Pages

Jumat, 24 September 2010

Stuck in a moment


What can you do, when you’re stuck in a moment and everything seem run so fast?. Pertanyaan tersebut selalu memenuhi benak saya belakangan ini. Nggak tau kenapa saya merasa lelah dengan masalah yang saya hadapi. It’s hard to keep going and pretend all is fine. It’s hard to stop what you’ve start.

Akhir-akhir ini saya sering mikir ingin berada di suatu tempat dimana saya tak mengenal seorangpun diantara mereka. Saya merasa nggak nyaman berada disekeliling orang banyak. I want to running away and hiding myself in the brick wall, hoping no one will find me.


Jumat, 10 September 2010

Kecewa

picture from here




Pagi-pagi sekali saya buka email dan situs jejaring sosial saya, berharap sekali ada pesan yang dia tujukan untuk saya, meski hanya sekedar ucapan selamat hari raya idul fitri...


Namun saya harus menelan kekecewaan, saya tak menemukan apa yang saya cari. Dia tak mengirimkan ucapan sama sekali sebagai bentuk perhatian.
Mungkinkah dia benar-benar menghapus saya dari kehidupannya?
Tak tersisakah - sedikit saja - apa yang selama ini telah kami lalui bersama?

Dada saya perih...
Saya tutup email dengan perasaan yang tak dapat saya jelaskan. Namun yang pasti, saya rasakan mata saya sempat berembun...

Rabu, 25 Agustus 2010

Mimpi 3


lagi, semalam saya memimpikan dirimu



pic from here

Rabu, 18 Agustus 2010

Rindu 2


Kalau rindu, ucapkan namaku lima puluh kali. Nanti tak rindu lagi.
Kupejamkan mata.
Kuucapkan namanya lima puluh kali, kulihat sekeliling.
Lampu padam.
Malam diam.
Aku masih rindu.

240~Padang Bulan

Senin, 16 Agustus 2010

Rindu 1


kubaca padang bulan, saat aku merindu....

Rabu, 11 Agustus 2010

terima kasih

Jika suatu hari nanti aku pergi untuk selamanya tanpa bilang SELAMAT TINGGAL,
ingatlah... setidaknya aku tidak lupa mengucapkan TERIMA KASIH karena aku sudah diberi kesempatan untuk mengenalmu dan diberi kesempatan melayani hatimu.

Selasa, 10 Agustus 2010

selamat tinggal....


aku bahkan tak sempat mengucapkan selamat tinggal padanya...

Senin, 09 Agustus 2010

Mimpi 1

Terima kasih ya, Allah...

Engkau menghadirkannya dalam mimpiku semalam.

Jumat, 16 Juli 2010

Ketika Bunda (Sangat) Bete



Rabu, 14 Juli 2010
Pukul 03.03 dini hari

Entah apa yang membangunkan saya pagi ini, tiba-tiba saya terbangun dan sulit untuk kembali memejamkan mata. Seketika kembali benak saya dipenuhi bayang-bayang dan rasa rindu yang menyesakan dada. Rasa yang beberapa hari ini tak mampu saya redam, sehingga menimbulkan konflik dalam bathin saya, bahkan dalam kehidupan saya.

Saya dapati Aliya tidur disamping kiri saya.
Suami? Entah dimana. Mungkin tertidur di ruang tv atau lebih mungkin dia masih marah dengan sikap saya sore tadi terhadap gadis kecil kami Aliya.

Saya betulkan selimut Aliya yang tersingkap. Saya usap keningnya. Saya pandangi wajah mungilnya yang damai saat tertidur. Teringat kembali perlakuan saya terhadap Aliya sore tadi. Terbayang kembali pelakuan saya padanya beberapa hari ini.


Minggu, 11 Juli 2010

Surat Rindu untuk Ananda




Kepada
Ananda tercinta,
Alifa Nadella Ayudhitta

Malam ini adalah malam ketiga setelah kepergianmu meninggalkan kami untuk menuntut ilmu di pesantren. Suasana rumah terasa sepi tanpa kehadiranmu.

Aliya adikmu, tak henti-hentinya menangis karena kehilanganmu. Bunda bisa merasakan bagaimana pilunya perasaan adikmu saat ini, karena sesungguhnya Bundapun merasakan hal yang sama. Pap berkali-kali mengingatkan Bunda ketika dilihatnya Bunda termenung dengan mata yang berkaca-kaca.

Sungguh berat sekali berpisah denganmu, sayang. Tidak ada hotel berbintang yang bisa menggantikan perasaan nyaman saat tidur disisimu dan adikmu. Tapi Bunda harus kuat. Bunda harus mengalahkan perasaan rindu karena kamu pergi untuk menuntut ilmu.


Selasa, 22 Juni 2010

Mutiara Kata Kahlil Gibran



"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" ~Kahlil Gibran~

Senin, 21 Juni 2010

Teman



Sudah sebulan ini saya sering berbincang dengan seorang teman lama yang baru saya "temukan" kembali. Pada awalnya tak banyak yang kami bicarakan, hanya sekedar tanya kabar, keluarga dan aktifitas yang kami jalani masing-masing saat ini.

Entah karena kami memang adalah 2 teman yang tak terpisahkan atau apalah istilahnya... perbincangan kami pun begitu serunya, deras meluncur dalam setiap kesempatan kami bertemu lewat telepon. Kami bagaikan baru berpisah beberapa bulan saja bukan belasan tahun seperti sesungguhnya.

Teman,
memang adalah kata sederhana yang tak mudah ditemukan dalam kenyataan.
Karena begitu banyak nama-nama teman yang saya kenal tetapi sesungguhnya tidak saya kenal. Begitu banyak nama-nama yang ingin saya temui sesungguhnya tak ingin saya temui.

Namun dengannya, ada kerinduan di hati untuk dapat bertemu dengannya.
Rindu padanya yang rela mendengar kisahku.
Rindu menjadi seseorang yang senantiasa bisa berada disisinya tuk mendengar keluh kesahnya.

Ingin rasanya menangkap butiran air mata yang sempat menetes sepanjang kisahnya.
Rela menjawab deringan teleponnya di tengah malam hanya untuk sebuah kalimat pendek "aku lagi bete nih...!"

Teman,
Apapun yang sedang kamu hadapi, ingat selalu kata-kata yang pernah saya ucapkan. Mungkin apa yang saya lakukan ini tidak memberi jalan keluar bagimu, tapi setidaknya saya ingin kamu tahu bahwa saya peduli terhadapmu.

Just remember,
What ever happens keep your head up, don't get too down
Your kids need you.

Please promise me
You will be strong for your children

What ever happens that will never change,
I'm here and I'm your friend
So please remember that.


Jakarta, 21 Juni 2010
11.31 am



*gambar dari sini

Minggu, 18 April 2010

A Painting A Day

Menyadari bahwa telah lama sekali saya tidak pernah melukis maka rasanya ingin sekali menggoreskan lagi kuas di sebidang kanvas. Nah hasilnya, ini beberapa lukisan hasil karya saya. Pengerjaannya lumayan makan waktu, soalnya dalam beberapa hari ini saya disibukan dengan segala urusan rumah tangga, namun akhirnya rampung juga...





Jumat, 09 April 2010

Aku Cemburu



Setiap orang pasti pernah merasakan detak-detak gemuruh dalam dadanya saat cemburu merasuk di seluruh urat nadinya, itulah yang dinmakan cemburu.

Yah aku cemburu ..

Mau apalagi, ini yang aku rasakan saat ini , detik ini.

Rasa cemburu ini tidak enak, memakan semua energi yang aku punya.

Membayangkan kau menyapanya lembut, membayangkan kau menatapnya indah, membayangkan kau menerima limpahan perasaannya dari dirinya.

Yaaahhh... sudahlah, kunikmati saja rasa cemburu ini....


Jakarta, 09 April 2010
Aku yang sedang dilanda cemburu

Rabu, 07 April 2010

Mantan Terindah


Andai aku bisa
ingin aku memelukmu lagi
di hati ini hanya engkau mantan terindah
yang selalu ku rindukan

Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Mesti hatiku memilihmu

Engkau meminta padaku
Untuk mengatakan bila ku berubah
Jangan pernah kau ragukan
Engkau kan selalu di langkahku

Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Mesti hatiku memilihmu

Engkau di sana, aku di sini
Mesti hatiku memilihmu

Yang tlah kau buat
sungguhlah indah
buat diriku susah lupa...

~Kahitna

Senin, 15 Maret 2010

kenanglah aku



karamnya cinta ini…
tenggelamkanku di duka yang terdalam….
hampa hati terasa…
kau tinggalkanku meski ku tak rela…
salahkah diriku hingga saat ini….
ku masih mengharap kau tuk kembali….

mungkin suatu saat nanti….
kau temukan bahagia meski tak bersamaku…..
bila nanti kau tak kembali….
kenanglah aku sepanjang hidupmu….


"terima kasih buat Salomo Silitonga yang telah mengirimkan lirik lagu yg indah ini utk di posting di blogku... SUMPAH, KEREN BANGET..!!! Pengertian rasa cinta yang dirangkai begitu indah dalam bahasa"

Sabtu, 20 Februari 2010

Jika saatnya

Apakah ini saatnya untuk membunuh perasaanku.
Melepaskan segala rindu yang mengendap menjadi debu berterbangan,
bersatu bersama langit yang membentang.
Apakah aku mampu? Sementara perasaan ini telah menjelma prasasti yang membatu.
Hidup disegala adaku.
Dalam diam, jarak, bahkan luka sekalipun.

Betapa susah memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati.
Jalan membentang bertabur kasih yang kugelar, tak juga membuatmu bergeming.
Segala adaku telah kubuka untukmu tanpa tirai sehelai pun.

Jika memang akhirnya aku harus membunuh perasaan ini,
izinkan aku untuk tetap mengenangmu.
Tidak juga karena apa, cinta sejati tak bisa dibunuh pun bunuh diri.
Dia akan tetap mengalir di setiap alunan nada kasih yang menggema di jagad maya.
Izinkan aku tetap mencintaimu, walaupun hanya dalam diam, dalam senyap.
Hingga suratan takdir membuka rahasia kalamnya.
Mungkin dengan cara seperti itu, aku tetap bisa mencintaimu.
Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.

Ada jera menderu dalam kalap cintaku. Merobek janji hati yang memahat batu.
Kobar rindu yang pernah memanaskan tungku di ujung penantian ini, pernah perlahan meleleh dalam ego yang mulai runtuh.
Hanya bisa berdesis panjang menyebut namamu, tetapi tersia-sia.
Luruh bersatu dengan tanah.
Haruskah jera ini menguntit di sendiriku yang makin mematikan?
Dalam cengkraman rindu mendendam. Sekarat di batas mimpi semu.

Kuambil dari karya Moammar Emka
Web Statistics