Pages

Jumat, 16 Juli 2010

Ketika Bunda (Sangat) Bete



Rabu, 14 Juli 2010
Pukul 03.03 dini hari

Entah apa yang membangunkan saya pagi ini, tiba-tiba saya terbangun dan sulit untuk kembali memejamkan mata. Seketika kembali benak saya dipenuhi bayang-bayang dan rasa rindu yang menyesakan dada. Rasa yang beberapa hari ini tak mampu saya redam, sehingga menimbulkan konflik dalam bathin saya, bahkan dalam kehidupan saya.

Saya dapati Aliya tidur disamping kiri saya.
Suami? Entah dimana. Mungkin tertidur di ruang tv atau lebih mungkin dia masih marah dengan sikap saya sore tadi terhadap gadis kecil kami Aliya.

Saya betulkan selimut Aliya yang tersingkap. Saya usap keningnya. Saya pandangi wajah mungilnya yang damai saat tertidur. Teringat kembali perlakuan saya terhadap Aliya sore tadi. Terbayang kembali pelakuan saya padanya beberapa hari ini.


Minggu, 11 Juli 2010

Surat Rindu untuk Ananda




Kepada
Ananda tercinta,
Alifa Nadella Ayudhitta

Malam ini adalah malam ketiga setelah kepergianmu meninggalkan kami untuk menuntut ilmu di pesantren. Suasana rumah terasa sepi tanpa kehadiranmu.

Aliya adikmu, tak henti-hentinya menangis karena kehilanganmu. Bunda bisa merasakan bagaimana pilunya perasaan adikmu saat ini, karena sesungguhnya Bundapun merasakan hal yang sama. Pap berkali-kali mengingatkan Bunda ketika dilihatnya Bunda termenung dengan mata yang berkaca-kaca.

Sungguh berat sekali berpisah denganmu, sayang. Tidak ada hotel berbintang yang bisa menggantikan perasaan nyaman saat tidur disisimu dan adikmu. Tapi Bunda harus kuat. Bunda harus mengalahkan perasaan rindu karena kamu pergi untuk menuntut ilmu.


Web Statistics