Rabu, 14 Juli 2010
Pukul 03.03 dini hari
Entah apa yang membangunkan saya pagi ini, tiba-tiba saya terbangun dan sulit untuk kembali memejamkan mata. Seketika kembali benak saya dipenuhi bayang-bayang dan rasa rindu yang menyesakan dada. Rasa yang beberapa hari ini tak mampu saya redam, sehingga menimbulkan konflik dalam bathin saya, bahkan dalam kehidupan saya.
Saya dapati Aliya tidur disamping kiri saya.
Suami? Entah dimana. Mungkin tertidur di ruang tv atau lebih mungkin dia masih marah dengan sikap saya sore tadi terhadap gadis kecil kami Aliya.
Saya betulkan selimut Aliya yang tersingkap. Saya usap keningnya. Saya pandangi wajah mungilnya yang damai saat tertidur. Teringat kembali perlakuan saya terhadap Aliya sore tadi. Terbayang kembali pelakuan saya padanya beberapa hari ini.


