Gue lihat bos gue sudah mulai oleng setelah gue melancarkan jab kiri lalu disusul dengan jab kanan secara bergantian ke arah bagian perutnya. Wajahnya yang penuh peluh terlihat menahan kesakitan. Sambil terhuyung2, dia mencoba membalas pukulan gue dengan melancarkan straight. Namun gerakannya terlanjur terbaca oleh gue. Dan untungnya aja gue jago. Gue mengelak seraya merunduk. Sehingga pukulan yang dia lontarkan agar menghantam kepala gue tersebut ibarat hanya meninju angin. Dia semakin geram melihat pukulannya meleset. Akan tetapi, sepertinya pukulan tadi membuat dia kelelahan untuk kembali menyerang gue dengan berbagai pukulan.
Dan rasanya gue gak bisa menyia2kan kesempatan ini. Gue harus membuat wajahnya jatuh mencium kanvas tepat di ujung kaki gue. Gue pun meringsek maju. Dia mundur karena menyadari gue hendak menyerang dia. Mulailah gue melancarkan hook kiri dan kanan dengan sangat keras ke arah wajahnya. Bos gue terlihat semakin kepayahan. Dia berusaha membalas gue dengan pukulan yang terlihat jadi asal2an. Melihat dia semakin kehilangan konsentrasi, gue terus melancarkan pukulan2 hingga membuat dia tersudut di pojok ring. Inilah saatnya, bisik batin gue. Inilah saatnya gue harus melepaskan pukulan uppercut gue yang sangat ditakuti oleh lawan2 gue selama ini. Lalu gue menghimpun tenaga sebesar2nya kemudian mendaratkan pukulan pendek tangan kanan gue tersebut dengan keras tepat di dagu kirinya. Gerakan uppercut yang ditayangkan slow motion tersebut berhasil menghantam wajahnya. Sukses!! Bos gue pun terjengkang jatuh keluar ring. Penonton tercengang sesaat, kemudian mulai bersorak2 merayakan kemenangan gue.


