Pages

Sabtu, 14 April 2012

gempa di hatiku



Itu dia reaksi pertama gue begitu tau gempa mengguncang Simeulue Aceh, malah denger2 guncangannya bisa dirasakan hingga Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau. Mendadak gue panik. Gue langsung inget kalo gue punya banyak beberapa teman di Medan. Gue pun lantas mengirim mention buat mereka yang memang kebetulan sering mondar mandir di timeline.






Mention yang gue tulis sambil terguncang2 di angkot dalam perjalanan menuju pulang itu, akhirnya terbalas juga. Begitu baca balasan mention dari Lisa, gue pun ambil kesimpulan, yah paling gak kondisi temen2 gue di sana sama lah dengan Lisa. Dan itu bener2 bikin gue bisa sedikit bernapas lega.

Perasaan gue udah mulai tenang dan gak grasa grusu lagi begitu nyampe rumah. Etapi, begitu gue selesai mandi dan mulai mantengin tipi buat denger berita tentang gempa, tiba2 gue kepikiran, sebenarnya gempa 8.9 SR barusan, terjadi di lautan sebelah mana pulau sumatera sih? Begitu salah satu tipi berita menayangkan gambar pulau sumatera dengan sebuah spot merah sebagai gambaran pusat titik gempa, gue pun maju ampe ke depan layar tipi buat mastiin dimana letak pulau Nias diantara pulau2 yang tersebar di sebelah barat sumatera tersebut. Setelah gue meyakini bahwa pulau yang tepat berada di bawah wilayah sumatera utara itu sebagai pulau Nias, mendadak gue pucet. Dan perasaan jadi makin gak karuan begitu gue ukur jarak antara pusat gempa dengan pulau Nias yang gak lebih dari lima senti itu. Logikanya, jika gempa tersebut menimbulkan tsunami, sudah pasti pulau2 kecil yang jaraknya lebih dekat dengan pusat gempa lah yang merasakan dampaknya lebih dulu. Lah, ini kenapa gue gak nyadar sama sekali dengan keberadaan kakak gue yang tinggal disana?.

Gue bener2 lemes. Kok bisa2nya gue lupa jika nun jauh di sana, di sebuah pulau kecil di sebelah barat pulau sumatera, kakak gue tinggal bersama suaminya. Yang bahkan ketika gue ukur jaraknya --lewat layar tipi-- dengan pusat gempa gak lebih dari lima sentimeter. Berkali2 gue menyalahkan diri sendiri. Kenapa gue bisa lupa? Apa gue memang telah terserang amnesia seperti yang gue harapkan selama ini? Gak abis2 gue menyesali ketololan gue saat itu.

Dan lagi2, setelah melakukan ketololan yang pertama, gue pun melakukan kembali ketololan yang kedua, yaitu dengan bikin status yang menanyakan kondisi Nias. 




Kenapa juga gue harus bikin status? Memang sih, hingga saat ini twitter masih diakui sebagai media sosial yang paling cepat mengantarkan berita dan peristiwa. Jadi gak salah jika twitter lah yang gue andalin saat itu. Karena yang ada di kepala gue ketika itu adalah gue harus tau kondisi Nias pasca gempa mengguncang Aceh. Tapi apa iya, lebih efektif jika gue bertanya lewat status di twitter? Kemudian gue berpikir lagi, kenapa gak langsung aja kirim pesan ke kakak gue? Aaahh.... buang waktu!!! Telepon, Ivo...! telepoooooon.....!! Begitulah tiba2 suara seseorang yang tinggal di dalam kepala mendadak menyadarkan gue.




Tapi Alhamdulillah ada tanggepan atas mention gue dari Lisa.




Dan mention Lisa yang ini seolah menohok gue pas di ulu hati. Mention ini membuktikan bahwa sudah pasti semua orang akan sibuk menanyakan sanak saudaranya lebih dahulu baru kemudian yang lain.





Pada akhirnya, gue pun menyadari bahwa dalam setiap musibah pasti ada hikmahnya. Seperti gempa yang terjadi kali ini misalnya, gue bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Dengan adanya gempa, akhirnya gue bisa punya postingan buat gue publish di bulan april ini bisa tau kabar kakak gue, gue bisa kembali menjalin tali silaturahmi dengan kakak gue yang...jujur nih, udah sedikit terlupakan karena gue udah jarang kirim2 kabar beberapa bulan terakhir ini.

Jadi gue menegaskan sekali lagi bahwa, istri simpanan bukanlah terbitan yudhistira! pengalaman yang telah terjadi pada diri gue sama sekali gak patut dicontoh buat kalian teman2ku, apalagi kalian anak2ku. Sekali lagi gue pengen katakan, istri simpanan bukan terbitan yudhistira! **tuiiiiinngg....! dilempar sendal** semoga kalian dapat mengambil manfaat dari muntahan gue kali ini. :)




Web Statistics