Pages

Rabu, 19 September 2012

balikpapan menawan



Gambar di atas adalah saya yang pada suatu kesempatan bisa berkunjung ke Kalimantan Timur tepatnya di kota Balikpapan. Ajakan mendadak ini datang dari suami yang waktu itu harus bertemu dengan salah seorang relasi untuk suatu urusan pekerjaan. Awalnya saya sempat ragu mau ikut atau gak. Apalagi mengingat saat itu saya baru aja pulang tur Bali - Lombok selama seminggu. Tapi mengingat kunjungan ke Balikpapan ini hanya merupakan kunjungan singkat aja yaitu cuma semalam dan menimbang bahwa selama ini saya belom pernah sekali pun menginjakan kaki di pulau Kalimantan, akhirnya saya bersedia ikut. Begitu positif saya mau ikut, lantas saya pun buru2 pesan tiket mengingat suami sudah pesan tiket terlebih lebih dulu untuk penerbangan esok harinya pagi2 sekali.



Dalam penerbangan dua jam tersebut, saya pun kemudian menyusun rencana mau kemana seharian selama suami ngurusin kerjaannya. Aha! saya ingat. Saya kan punya teman di Balikpapan. Namanya Ina. Teman semasa SMA. Buru2 saya sms Ina begitu landing di bandara Sepinggan. Tapi balesan sms Ina bikin saya kecewa. Ina bilang sudah lebih dari tiga bulan ia dan keluarganya menetap di Pontianak karena tugas suaminya dipindah ke kota tersebut. Duh, kecewa deeehh... 

Sebenernya masih ada seorang teman lagi yang bisa saya hubungi saat itu. Namanya.... ah, bahkan saya sudah lupa sama namanya... Saya mengenal dia saat kami sama2 menjadi peserta tur Bali - Lombok kemaren. Dia adalah marketing dari cabang Kalimantan Timur di perusahan yang sama tempat saya kerja. Meski kemaren dia sempet nawarin saya untuk jadi guidenya jika saya berkesempatan berkunjung ke Kalimantan Timur, tapi saya yakin, dia gak ngarepin saya dateng kemari secepet ini dong. Lagian, rasanya kurang seru jalan2 kalo bukan dengan temen sesama perempuan. Akhirnya, saya coret nama dia dari pikiran saya.

Berbekal saran2 yang dikasih Ina via sms juga petuah suami yang pernah berkunjung beberapa kali ke kota ini, akhirnya saya nekat jalan sendiri. Tujuan saya, pasar kebun sayur yang terletak di jalan letjen suprapto yang gak jauh dan berjarak hanya beberapa kilo saja dari tempat saya menginap.

Setelah mengantar suami ke tempat dimana ia akan janji bertemu dengan kliennya, saya lantas meneruskan perjalanan dengan taksi yang sama menuju pasar kebun sayur. Ada yang unik nih, saat menumpang taksi di kota ini. Kebetulan banget saya dapet sopir taksi yang baik hati, namanya pak safari.  Pak safari asli orang jogja yang sudah lama mencari nafkah di kota balikpapan.

"Silakan dimakan dan diminum, sambil menikmati perjalanan, bapak...ibu..." sapa pak safari begitu kami duduk di dalam taksi.

Awalnya saya sempet bingung. Makan? minum? maksudnya apa nih?! Tapi begitu pak sopir menyuruh kami menoleh ke belakang, saya baru paham. Ada beberapa gelas air mineral dan biskuit yang memang disediakan oleh pak safari sebagai servisnya bagi para penumpang taksinya.
Uaah...kreatif banget ya, pak safari!


Sepanjang jalan saya menuju pasar saya terlibat pembicaraan santai dengan pak safari. Mulai saat dia merantau waktu masih bujang sampe kini ia telah memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Wah, gak terasa jika perjalanan yang memakan waktu setengah jam tersebut harus berakhir begitu pak safari menepikan taksinya sambil menunjuk dengan jempol kanannya kearah kiri jalan --tipikal orang jawa-- sambil bilang; "sudah sampai pasar kebun sayur, silakan, bu..."

Setelah bertukar nomor ponsel saya pun minta agar pak safari menjemput saya sekitar empat jam lagi di tempat yang sama. Mulailah saya melangkah memasuki pasar kebun sayur. Eia, lupa! jangan punya pikiran kalo saya bakal belanja sayur mayur buat oleh2 di pasar ini yah! Meski nama pasar Kebun Sayur, tapi di sini sama sekali bukan jualan sayur mayur. Pasar inpres ini menjual cendera mata khas Kalimantan Timur seperti gelang, kalung, anting yang berbahan dasar dari bebatuan. Selain bebatuan permata sintesis, bebatuan permata murni juga ada. Dan dari kisaran harga yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari harga seribu perak hingga ratusan juta rupiah.

____dompet manik2 bisa dibeli dari harga lima ribu sampe harga dua puluh lima ribu loh!____
____rupa2 cincin ini cuma dihargain mulai dari lima ribu peraaaakk...!____

____saya diberi empat cincin gratis oleh bapak ini setelah membeli tiga buah cincin. lucky me, right?____




____beberapa perhiasan pilihan saya____


Terus terang, saya gak ngerti tentang batu2an, jadi yang menurut penglihatan saya bagus dan yang pasti harganya murah langsung saya beli.

Puas milih2 cendera mata khas kalimantan ini, lantas saya memutuskan berjalan ke belakang pasar, kata suami di sana ada warung makan yang menyediakan berbagai hidangan laut terutama ikan bakar.
"apalagi sambal mangganya, Vo...mantab!" begitu Ina memceritakan tentang kelezatan hidangan warung makan tersebut via sms.

Ngebayangin cerita suami dan Ina aja, air liur saya udah langsung terbit. Lantas saya pun buru2 mempercepat langkah menuju belakang pasar untuk membuktikan cerita mereka.
Ini diaaaa......

Wuih! napsuin banget deh, begitu liat udang yang gendut2 kaya' saya... hihihi.. :)


Yuk, mari makaaaaaann.....

Kenyang sehabis makan, tiba2 pak safari telepon, ternyata pak safari sudah menjemput di depan pasar untuk mengantar saya kembali ke hotel.


Hari kedua cuma saya isi dengan jalan2 di seputar hotel. Kebetulan pantai membentang pas banget di belakang hotel, jadi saya gak perlu jauh kemana2 buat buang waktu saat menunggu jadwal pesawat. 


Sayangnya, sudah dua hari ini kota balikpapan diliputi mendung.









____awan yang saya lihat saat perjalanan menuju bandara____

Kami pun diantar menuju bandara dengan diantar oleh pak safari. Saya sempat mampir untuk beli oleh2 makanan khas kalimantan timur di toko2 sepanjang jalan menunju bandara.



Di pesawat dalam perjalanan menuju jakarta, tiba2 terbesit rasa bangga karena bisa menikmati keindahan alam indonesia tapi... terlebih lagi, saya bangga karena bisa ikut memiliki keindahan milik indonesia tersebut. :)

2 komentar:

Abdi Nst mengatakan...

wuih asyik ya Fau, bisa jalan2 lagi hehehe

fauziyah fuad mengatakan...

aih... ada mas abdi mampir...

ah, mas abdi juga enak abis pulang kampung ke medan :) melalak kemana aja, mas?

baru tau nih, kalo ternyata dulu mas abdi suka nonton pelm xxx di bioskop juwita.. bwahaha...

bioskop juwita itu yang dimana, btw?

Web Statistics